Berita Terpercaya dari Industri Minyak dan Gas

Medco Energi, sebuah perusahaan yang berawal dari perusahaan pengeboran dengan nama Meta Epsi Pribumi Drilling Company pada tahun 1980 kini telah menjadi salah satu perusahaan yang memimpin dalam industri minyak dan gas bumi di Indonesia. Sebagai salah satu berita terpercaya dari industri minyak dan gas di Indonesia, perusahaan Medco kini sedang mengalami keuntungan di kuartal ketiga tahun 2016 ini dengan laba bersih US$ 22,25 juta. Jika melihat laporan keuangan yang di terbitkan pada hari Kamis, 20 Oktober 2016, perusahaan sebenarnya mengalami pengurangan penjualan sebesar 0.28 persen. Namun perusahaan berhasil membuat laba bersih saja sudah menjadi titip balik karena pada luar tak yang sama tahun kemarin, perusahaan mengalami kerugian hingga US$ 51,13 juta. Dan dari informasi yang terdapat pada laporan keuangan tersebut pun diketahui bahwa kondisi yang bisa dibilang membaik ini di tolong oleh efisiensi yang dilakukan perusahaan sehingga beban-beban yang tadinya bernilai US$14,98 juta, setelah dilakukan efisiensi, turun drastis menjadi US$192,54 ribu.

Baca Juga : Berita Terpercaya Seputar Dunia Perbukuan

Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di perusahaan besar seperti Medco, namun juga terjadi pada perusahaan-perusahaan kecil yang, beberapa diantaranya, gulung tikar karena tidak sanggup melanjutkan persaingan. Suara-suara dari rekan-rekan pekerja menjadi teriakan keras karena bercampur dengan suara perut yang lapar dan tidak ada pemasukan karena mengalami pemutusan hubungan kerja atau di rumahkan karena alasan efisiensi tersebut. Kini, industri perminyakan dan gas di Indonesia, bahkan di dunia sedang mengalami degradasi, seperti yang pernah di bahas pada Konvensi Indonesian Petroleum Association beberapa tahun ke belakang. Berita terpercaya pun menunjukkan bahwa dalam bidang pertambangan pun mengalami hal yang serupa. Dari laporan keuangan perusahaan, Medco mengalami penurunan biaya produksi sebesar 225.63 persen menjadi US$4,76 juta dari US$15,5 juta. Penurunan drastis tersebut memang membantu perusahaan dalam upaya menstabilkan perusahaan namun soft skill cost yang di buang pun banyak. Aset yang mudah dibuang menjadi pilihan pertama yang mereka tambahkan dalam daftar efisiensi, sama seperti perusahaan-perusahaan lain yang mengalami kondisi serupa.

Sudah hampir 5 tahun terakhir kondisi ini menjadi semakin buruk dan semakin banyak pekerja yang menjadi tidak memiliki pekerjaan karena kondisi efisiensi ini. Banyak pekerja tambang yang beralih profesi, begitu pula dengan ahli perminyakan yang menjadi penjual makanan di pinggir jalan, atau contoh lain yang banyak ditemukan di masyarakat. Semua itu demi membuat penghasilan untuk bertahan hidup. Sumber berita terpercaya lainnya menyebutkan bahwa kondisi ini akan bertahan hingga tahun 2025, jika pemerintah tidak melakukan sesuatu terhadap kondisi ini.

Be the first to comment on "Berita Terpercaya dari Industri Minyak dan Gas"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*