Hal Berikut Harus Dilakukan oleh Pelaku Bisnis UKM untuk dapat Tembus Pasar Internasional

Kualitas produk hasil usaha kecil menengah (UKM) asal Indonesia sebenarnya tidak kalah bersaing di tingkat internasional. Tetapi, ternyata ekspor produk UKM Indonesia masih masuk kategori rendah. Ada beberapa penyebab hal ini terjadi. Untuk mengantisipasinya, hal berikut harus dilakukan oleh pelaku bisnis UKM agar dapat tembus pasar internasional.

Kelengkapan Administrasi

Sebelum menjajaki bisnis internasional, perlu bagi sebuah badan usaha memiliki kantor yang bersifat permanen atau memiliki kontrak jangka panjang dan sejumlah alat pendukung dan perlengkapan lainnya. Selain itu, pelaku usaha juga harus mempunyai jaringan komunikasi dan tenaga operasional yang handal dalam komunikasi dengan pengusaha lain atau calon pembeli. Dalam bisnis internasional, umumnya bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Sehingga operator komunikasi harus handal dalam bidang satu ini. Selain itu, mereka harus juga menyiapkan profil perusahaan dan informasi lainnya apabila diminta oleh calon pembeli.

Legalitas sebagai Eksportir

Sebelum melakukan ekspor, UKM juga harus memiliki legalitas dalam ekspor produknya. Beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan di antaranya, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pokok (NPWP), serta dokumen lain yang dipersyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain kelengkapan utama tadi, UKM juga harus menyiapkan sejumlah dokumen lain seperti kontrak penjualan, faktur perdagangan, letter of credit (L/C), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Bill of Lading (B/L), polis asuransi, packing list, Surat Keterangan Asal, surat pernyataan mutu, dan wessel export untuk eksportir.

Produk Standar Ekspor

Selain persyaratan administrasi tadi, UKM juga harus tahu standar produk internasional yang diminta calon pembeli. Baik dari segi kualitas, kuantitas, pengemasan, pelabelan hingga pengiriman. Selain itu, juga harus tahu kalkulasi biaya dari produksi hingga distribusi. Setelahnya, pelaku usaha harus juga memastikan produksi berjalan lancar dan berkelanjutan sehingga tidak akan bingung juga tiba-tiba mendapatkan pesanan dalam jumlah besar.
Operasional
Hal operasional lain yang penting untu diperhatikan adalah proses ekspor, prosedur dan dokumen ekspor. Kemudian mulai mengenali kebijakan dan peraturan ekspor-impor dan juga strategi ekspor.

Sebenarnya para pelaku usaha sudah mendapatkan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Ekspor Daerah. Tetapi ternyata masih ada saja hambatan yang terjadi seperti kurang mampunya melakukan komunikasi dengan calon pembeli. Selain itu, banyak juga yang belum tahu arti penting kontrak bisnis yang harus dilakukan secara cermat untuk menghindari perselisihan dagang.

Sebenarnya, para pelaku bisnis UKM juga telah didorong untuk mengikuti program dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan Kementerian Perdagangan, misalnya layanan satu pintu Customer Service Center dan Designer Dispatch Service (DDS). Dengan menjadi anggota, pelaku usaha mendapatkan berbagai layanan yang dapat membantunya untuk mengembangkan bisnis ekspor mereka.

Be the first to comment on "Hal Berikut Harus Dilakukan oleh Pelaku Bisnis UKM untuk dapat Tembus Pasar Internasional"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*