Meskipun Menjijikkan, Omset Bisnis Barang Bekas Limbah Plastik ini Ratusan Juta

Meskipun Menjijikkan, Omset Bisnis Barang Bekas Limbah Plastik ini Ratusan Juta

Siapa sangka bahwa sampah plastik bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan yang menghasilkan omset hingga Rp 100 juta rupiah. Cukup kumpulkan plastik-plastik dari pengepul lalu jemur dan digiling. Selanjutnya, hasil tersebut bisa Anda jual per kilogramnya 5-10 ribu ke pabrik khusus pengelola plastik untuk diolah menjadi biji plastik. Tertarik mencoba bisnis barang bekas sampah plastik ini? Simak uraiannya berikut.

Meskipun Menjijikkan, Omset Bisnis Barang Bekas Limbah Plastik ini Ratusan Juta

Jenis plastik yang bisa didaur ulang

Ternyata hanya jenis plastik tertentu yang bisa didaur ulang dan dibuat menjadi produk baru dan bermanfaat. Berikut jenis-jenis plastik yang bisa didaur ulang:

  • Polystyrene (Plastik PS)

Plastik PS biasa dipakai sebagai bahan dasar styrofoam, karton tempat telor, tempat minum sekali pakai, tempat CD dsb.

  • Polypropylene (Plastik PP)

Plastik PP memiliki titik leleh tinggi dan sangat kuat sekaligus tahan terhadap kimia. Umumnya plastik ini digunakan untuk botol bayi, botol minum, makanan, dan lainnya. Jika didaur ulang, Plastik ini biasanya akan menjadi casing baterai, sikat, sapu dst.

  • Low Density Polyethylene (Plastik LDPE)

Plastik LDPE bertekstur lembek dan umum digunakan untuk tempat makanan. Meskipun tidak dapat dihancurkan, Kode ini masih bisa didaur ulang.

  • Polyvinyl Chloride (Plastik PVC)

Jenis plastik ini menjadi yang paling susah untuk didaur ulang. Plastik PVC sendiri terbilang stabil dan tahan cuaca, bahan kimia dan elektrik. Umumnya, dipakai untuk bahan pipa air dan konstruksi bangunan.

  • High Density Polyethylene (Plastik HDPE)

Jenis plastik ini sering dipakai sebagai botol deterjen dan oli. Teksturnya yang lebih kuat dan keras dengan sifat yang tahan suhu tinggi membuat plastik ini juga digunakan pada beberapa produk makanan kemasan seperti Galon, tas kresek dan dot susu. Anda bisa mudah mengenali jenis ini karena Biasanya tidak bau, tidak berbintik, dan tidak jebol.

  • Polietilena Tereftalat (Plastik PET)

Hampir seluruh botol plastik berbahan dasar plastik jenis PET seperti pada air mineral, air minum kemasan, jus buah dan sebagainya. Plastik yang terbuat dari minyak mentah ini biasanya tembus pandang atau berwarna jernih dan hanya sekali pakai saja. Anda bisa melihat kode dibawah botol untuk mengenali plastik jenis PET.

Harga Alat Penggiling Plastik

Mesin pencacah plastik mempunyai harga yang bervariasi sesuai kualitasnya. Untuk mesin yang per harinya mampu menggiling 1 ton sampah di banderol mulai dari Rp16 juta (belum termasuk biaya pengiriman dan motor penggerak). Jika menghendaki kualitas mesin yang lebih bagus harganya bisa sampai Rp50 juta.

Pengolahan Plastik Sebelum Dijual

Bisnis barang bekas plastik bisa Anda mulai dengan mengumpulkannya dari pengepul. Selanjutnya, pisahkan plastik sesuai jenisnya dan cuci hingga bersih. Sebelum dimasukkan ke mesin penggiling keringkan dengan menjemurnya. Setelah dihancurkan, masukkan ke dalam karung lalu jual ke pabrik pengolahan plastik.

Tips agar Bisnis Daur Ulang Plastik Sukses

  • Siapkan tempat menyimpan limbah plastik dan biji plastik berupa lahan yang luas. Lahan tersebut sekaligus sebagai tempat penyortiran jenis plastik dengan jenis pengolahan yang berbeda.
  • Siapkan modal yang cukup besar untuk membeli plastik bekas yang dapat di daur ulang.
  • Carilah karyawan dengan tugas untuk menyortir serta membersihkan limbah plastik bekas.
  • Siapkan penggiling plastik yang akan diolah menjadi biji plastik dan timbangan.
  • Ajukan kerjasama dengan pihak pembeli biji plastik.
  • Sebelum benar-benar terjun dalam bisnis daur ulang sampah plastik ini siapkan mental Anda untuk berhubungan dengan kotoran. Karena suplier yang beragam tidak menutup kemungkinan Anda akan menemukan plastik yang terkena kotoran, diludahi, bau keringat dan sebagainya.

Be the first to comment on "Meskipun Menjijikkan, Omset Bisnis Barang Bekas Limbah Plastik ini Ratusan Juta"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*