Pengenalan Musik Indie Indonesia

kliping.co

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan musik indie? Mungkin sebagian orang masih beranggapan bahwa musik indie adalah salah satu genre musik. Padahal, musik indie bukanlah suatu genre musik, melainkan suatu gerakan dalam dunia musik. Melalui artikel inilah akan dijelaskan sekilas mengenai pengertian musik indie serta beberapa band indie Indonesia yang terkenal.

Istilah indie sebenarnya merupakan penggalan atau singkatan dari kata independent. Kata independent sendiri memiliki arti ‘medeka, berdiri sendiri, berjiwa bebas, tidak bergantung’.

Nah, berdasarkan maknanya, musik indie dapat diartikan sebagai suatu band atau musisi yang memiliki karya-karya antimainstream atau berbeda dengan kebanyakan lagu yang beredar di pasaran.

Suatu band indie memiliki kebebasan dalam menciptakan karya-karya yang berbeda dan biasanya memiliki pangsa pasar tersendiri. Lagu-lagu yang diciptakan oleh band indie biasanya juga memiliki idealisme tersendiri.

Selain bebas menentukan karya-karyanya, musisi dalam musik indie juga melakukan perekaman dan pemasaran secara mandiri. Segala urusan permusikan tersebut tidak melibatkan suatu perusahaan rekaman sehingga dapat dilakukan secara bebas sesuai keinginan dan kreativitas sendiri. Oleh sebab itu, untuk pemasarannya biasanya melalui jaringan pertemanan atau melalui jaringan antarsekolah.

Meskipun tidak melibatkan perusahaan rekaman, tak sedikit band indie yang terkenal luas di masyarakat Indonesia. Beberapa band musik indie yang terkenal tersebut dapat dilihat sebagai berikut.

 

1. Payung Teduh

Salah satu band indie yang sempat heboh dengan lagunya yang berjudul “Akad” adalah Payung Teduh. Payung Teduh merupakan salah satu band indie Indonesia yang dibentuk pada akhir tahun 2007. Kekhasan musik dari band tersebut dibanding dengan band-band lainnya adalah adanya sentuhan musik pop, keroncong, dan jazz dalam karya-karya yang diciptakannya.

Band ini terdiri atas Is (vokalis), Comi (kontra bass), Cito (pemain drum), dan Ivan (pemain gitarlele dan terompet). Namun, pada akhir tahun 2017, sang vokalis, Is, keluar dari band tersebut dan posisi vokalis digantikan oleh Ivan.

Beberapa judul karyanya, antara lain, “Angin Pujaan Hujan”, “Kucari Kamu”, “Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan”, dan lain-lain.

 

2. Superman is Dead (SID)

Band indie selanjutnya, yang tidak kalah terkenalnya dengan Payung Teduh, adalah Superman is Dead. Grup ini terbentuk pada tahun 1995 dan nama awalnya adalah Superman is Silver Gun.

kliping.co

Superman is Dead merupakan band Indonesia yang pertama kali berhasil menembus tangga lagu Billboard pada tahun 2011. Band ini juga pernah tampil dalam tur festival punk terbesar di dunia, yaitu Warped Tour pada tahun 2009. Prestasi dari band indie ini sudah tidak diragukan lagi.

Dalam menciptakan karya-karyanya, band ini menggunakan musik sebagai alat untuk perjuangan dan advokasi masalah sosial. Salah satu karyanya adalah “Sunset di Tanah Anarki”. Pada lagu tersebut, mereka mengungkapkan kepedulian terhadap kasus hak asasi manusia di Indonesia.

 

3. Barasuara

Grup indie ini terbentuk pada tahun 2012 dan merilis album pertamanya yang berjudul “Taifun” pada tahun 2015. Meskipun baru mengeluarkan album pada tahun 2015, band ini terbilang sukses di pasaran.

Melalui lagunya yang berjudul “Bahas Bahasa” membuat mereka dapat mengalahkan empat nominasi lainnya dalam ajang AMI (Anugerah Musik Indonesia) pada tahun 2016. Melalui album pertamanya tersebut, Barasuara menyajikan berbagai karya yang memiliki makna sendiri. Misalnya, lagu “Hagia” yang di dalamnya mengandung pesan tentang keberagaman umat beragama.

 

4. Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca merupakan band indie yang mulai aktif sejak tahun 2001 hingga sekarang. Hingga saat ini, band ini sudah merilis tiga album, antara lain, “Efek Rumah Kaca” (2007), “Kamar Gelap” (2008), dan “Sinestesia” (2015)

Band ini dikenal dengan salah satu band indie yang karya-karyanya mengandung pesan tentang kehidupan sosial dari setiap tingkatan sehingga dapat menyentuh perasaan para penggemarnya.

 

5. Jogja Hiphop Foundation (JHF)

JHF merupapakan band indie yang dibentuk pada tahun 2003. Kekhasan dari band indie ini adalah jenis musiknya yang merupakan perpaduan antara musik hip-hop dengan gamelan. Sebagian besar lirik dalam lagu-lagunya juga menggunakan bahasa Jawa. Keunikannya tersebut membuat JHF mendapat undangan tampil di panggung-panggung internasional, seperti Mosaic Music Festival di Singapura (2009), Asia Society di New York (2011), hingga melakukan tur 10 kota di Amerika (2012).

asiasociety.org

Selain itu, JHF juga pernah mengeluarkan film dokumenter berjudul “Hiphopningrat” pada tahun 2010. Berkat film dokumenter tersebut, JHF diundang di festival-festival film internasional.

Itulah lima band musik indie yang terkenal di Indonesia. Kelima band indie di atas merupakan sebagian kecil dari band-band indie lainnya yang juga terkenal luas di kalangan masyarakat Indonesia.

Ngomong-omong, pernahkah kamu bayangkan, meriahnya berbagai genre musik disatukan dalam suatu acara musik yang besar?

Kalau kamu penasaran, yuk datang segera ke Synchronize Fest 2018 Bukalapak! Acaranya dihelat di Gambir Expo Kemayoran. Acara ini bakal seru banget, karena itu jangan sampai kehabisan tiket Synchronize Fest 2018 Bukalapak, ya!

Digdaya, musik indie Indonesia!

 

Be the first to comment on "Pengenalan Musik Indie Indonesia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*