Jangan Sampai Salah Memilih Krim Pemutih di Pasaran

Jangan Sampai Salah Memilih Krim Pemutih di Pasaran

Masyarakat asli Indonesia, terlahir memiliki kulit berwarna cokelat. Umumnya orang menyebutnya sebagai kulit sawo matang. Warna kulit ini nampaknya menjadi favorit kebanyakan orang barat. Sayangnya, masyarakat Indonesia juga terobsesi memiliki kulit yang putih layaknya masyarakat Eropa. Usaha menjadi putih bisa Anda lihat dari banyaknya produk krim pemutih yang ada di Indonesia baik produk dalam negeri maupun impor dari negara lain. Hal ini menjadi sebuah godaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Jangan Sampai Salah Memilih Krim Pemutih di Pasaran

Berkulit Putih dan Pemikiran Orang Indonesia

Masyarakat ingin mendapatkan kulit berwarna putih karena berkembangnya pemikiran bahwa mereka yang memiliki kulit putih akan lebih mudah mendapatkan beragam kesempatan untuk menjadi lebih sukses. Bahkan ada yang menilai, kulit putih merupakan masyarakat golongan atas dan sebaliknya berlaku bagi masyarakat berkulit cokelat. Maka dari itu, beragam cara mulai dari yang alami hingga cukup ekstrem ditempuh oleh masyarakat. Anda yang juga ingin mendapatkan kulit putih sebaiknya memperhatikan banyak hal terutama dalam memilih produk krim pemutih. Apalagi saat ini banyak pihak-pihak kurang bertanggung jawab menjual produk yang berbahaya.

Jangan Sampai Menggunakan Mercury dan Hydroquinone

Godaan menjadikan kulit tampak putih membuat masyarakat tidak memikirkan dampak apabila krim pemutih yang dioleskan ke kulit mengandung bahan-bahan berbahaya. Saat memilih produk sebaiknya Anda memperhatikan komposisi pembuatannya. Bahan-bahan alami yang umumnya digunakan adalah vitamin E, petroleum Jelly, dan asam ekstrak buah. Sedangkan bahan kimia berbahaya yang tidak Anda sadari seperti merkuri dan hydroquinone. Siapa sangka 2 bahan ini menyebabkan efek samping cukup serius, yaitu:

  • Merkuri memang mampu mencerahkan warna kulit serta mampu mengurangi noda hitam. Namun jika ia digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otak, gagal ginjal, penurunan fungsi kognitif, tremor tangan, dan masih banyak lagi termasuk kecacatan janin.
  • Hydroquinone berdampak langsung pada kulit karena mampu mengelupaskan lapisan paling atas kulit serta perlindungan kulit terhadap radiasi cahaya matahari. Ia pun dapat mendorong penuaan dini.

Efek Samping Krim Berbahaya

Apabila Anda khawatir akan produk krim pemutih, perhatikan beberapa hal ini agar tahu ia berbahaya atau tidak. Krim yang Anda pilih harus digunakan secara terus menerus agar efeknya tetap bertahan dan jika tidak digunakan warna kulit asli akan kembali. Jika sudah digunakan dalam jangka waktu lama, Anda bisa mengalami keracunan bahan kimia yang memiliki ciri seperti cepat marah, sulit konsentrasi, tremor, insomnia, dan masih banyak lagi. Namun tidak selalu efek samping keracunan ini bisa terindikasi secara langsung saat Anda memakainya.

Cek Kandungan Bahan dan Dampaknya jika Terkena Paparan Udara Luar

Untuk menjaga keamanan dan kesehatan diri, sebaiknya Anda memperhatikan dan menghindari bahan-bahan berbahaya dari krim pemutih. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah p-Benzenediol, 1,4-Benzenediol, p-Dihydroxybenzene, p-Hydroquinone, Benzene, Aida, Tequinol, Arctuvin. Krim yang Anda pilih jika mengandung merkuri akan berubah warna menjadi kecoklatan jika berada di luar ruangan dalam jangka waktu lama. Sedangkan Hydroquinone akan berubah menjadi keabuan atau menghijau.

Be the first to comment on "Jangan Sampai Salah Memilih Krim Pemutih di Pasaran"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*