Berita terkini dari Bitung

Berita terkini dari Bitung adalah usainya Festival Pesona Selat Lembeh. Apa itu Festival Pesona Selat Lembeh? Sebuah festival untuk menghargai hasil laut yang melimpah dan sebagai bentuk syukur terhadap Sang Pencitpta atas apa yang telah diberikan kepada masyarakat Selat Lembeh. Apa saja yang terjadi disana dan apa daya tarik festival tersebut bagi masyarakat? Festival kali ini bertemakan Warna-warni Bitung atau Colorful Bitung. Dalam parade tarian dan budaya yang dipersembahkan dalam festival ini begitu banyak warna yang digunakan. Warna budaya yang ditampilkan pun beragam, mulai dari tarian, lomba lari 10K, penanaman koral dan karnaval pating hias. Kesemuanya diharapkan menjadi ajang apresiasi terhadap para seniman sekaligus upaya memberikan gratifikasi terhadap alam yang telah memberikan hasil laut yang melimpah.

Baca Juga : Tips Menyaring Berita Terpercaya di Media Sosial

Bagi yang belum pernah mendengar Bitung, berlokasi di koordinat 1.442479, 125.198592, merupakan bagian dari Sulawesi Utara. Laut di daerah tersebut memberikan hasil laut yang segar dan berlimpah untuk masyarakat sekitar dan juga untuk pendapatan daerah. Pada acara tersebut, ucap Walikota Bitung, Max Lomban, melibatkan semua lapisan masyarakat dalam kegiatan festival tersebut. Namun, pembicaraan dari beberapa teman media dan travel agent memberikan kesan bahwa persiapan dari panitia penyelenggara memiliki beberapa kekurangan yang bisa diperhatikan tahun depan. Persiapan pihak penyelenggara untuk menerima ribuan tamu dari domestik ataupun dari mancanegara tidak dipersiapkan dengan baik, terlihat dari

  1. letak toilet yang kurang memadai bahkan cenderung tidak layak,
  2. peta lokasi dan tanda-tanda yang tidak dalam bahasa internasional dan
  3. imbas dari kegiatan acara tersebut bagi masyarakat sekitar.

Berita terkini mengenai kondisi toilet yang bisa dipakai oleh pengunjung festival tersebut tidak layak pakai karena alasan teknis. Walau pada akhirnya terdapat toilet dari sebuah warung yang digunakan, namun tetap kondisi kelayakan toilet tersebut masih kurang layak untuk di berikan untuk melayani tamu dari domestik apalagi dari mancanegara. Selain itu mengenai tanda jalan atau informasi yang bisa di gunakan sebagai petunjuk arah hanya menggunakan Bahasa lokal. Apakah tidak terpikirkan oleh panitia untuk menyiapkan tanda-tanda tersebut dalam dua bahasa,sehingga akan memudahkan tamu dari mancanegara untuk memahami informasi dan arah pada lokasi tersebut. Di peta lokasi, yang biasanya berukuran besar (minimal ukuran kertas A3) hanya tersedia dalam ukuran A4. Tentu dengan

Dan yang terpenting adalah imbas dari kegiatan tersebut. Menurut sumber, pedagang di lokasi tersebut tidak dapat bekerja karena kegiatan festival tersebut menghentikan aktifitas di pelabuhan, sehingga para pedagang dan buruh yang bekerja di pelabuhan tersebut tidak bekerja. Apakah para pekerja tersebut mendapatkan kompensasi atas kerugian yang didapat? Kita tunggu berita terkini selanjutnya.

Be the first to comment on "Berita terkini dari Bitung"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*