Berita Terkini tentang Seno Gumira Ajidarma

Seno Gumira Ajidarma (SGA) merupakan penulis kenamaan Indonesia yang dikenal pandai meramu tema seputar senja. Penulis kelahiran Boston, Amerika Serikat pada 1958 tersebut tidak hanya dikenal sebagai sastrawan, melainkan juga memiliki kualifikasi sebagai pengkaji film, pengkaji filsafat, wartawan, dan bahkan menjadi dosen aktif di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Semasa aktif di Majalah Jakarta Jakarta, SGA dikenal kritis menyuarakan peristiwa pembantaian di Timor-Timor dengan melakukan perlawanan melalui artikel-artikel dan catatan yang dipublikasikan di majalah tersebut, suatu hal yang sebenarnya ketika itu dilarang oleh pemerintah Orde Baru, meski akhirnya SGA harus kehilangan posisinya sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Jakarta-Jakarta. Atas upayanya tetap menampilkan tulisan-tulisan yang sensitif mengenai Timor-Timor, Seno Gumira Ajidarma dijuluki sebagai Sang Penganjur Kebebasan Berpendapat oleh berbagai kalangan, khususnya oleh kawan-kawannya yang berprofesi sebagai wartawan. Berikut ini akan diulas mengenai profil dan berita terkini tentang Seno Gumira Ajidarma.

Baca Juga : Berita Terpercaya Seputar Dunia Perbukuan

Seno Gumira Ajidarma sudah mulai menulis sejak usia 16 tahun. Ketika itu, karya-karyanya berupa cerita pendek sudah dipublikasikan di media-media komunal. Di kancah sastra nasional, nama SGA muncul pertama kali melalui cerita pendek berjudul “Sketsa dalam Satu Hari” yang dimuat di surat kabar harian Berita Nasional pada tahun 1967. Sejak saat itu, nama SGM mulai malang-melintang di berbagai surat kabar tanah air. sejak tahun 1968, SGA mulai menjalankan profesinya sebagai wartawan yang berpindah-pindah dari satu media massa ke media massa lainnya, sambil tetap produktif menulis dan mengirimkan cerita pendek ke berbagai media massa di sela kesibukan dan deadline yang padat yang menjadi konsekuensi dari pekerjaannya sebagai wartawan.

Hingga tahun 2016, SGA sudah menerbitkan lebih dari 30 judul buku, yang meliputi kumpulan puisi, kumpulan cerita pendek, roman, buku nonfiksi, komik, dan kumpulan naskah drama. Di antara beberapa judul bukunya yang terkemuka adalah kumpulan puisi: Mati Mati Mati (1975), Bayi Mati (1978), dan Catatan-catatan Mira Sato (1978). Adapun beberapa kumpulan cerita pendeknya yang terkemuka adalah: Manusia Kamar (1988), Penembak Misterius (1993), Saksi Mata (1994), Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (1995), Negeri Kabut (1996), Sebuah Pertanyaan untuk Cinta (1996), Atas Nama Malam (1999), Sepotong Senja untuk Pacarku (2002), dll. Sedangkan karya nonfiksinya yang terkemuka adalah: Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (1997), Kisah Mata; Fotografi Antara Subyek, Perbincangan tentang Ada (2005), dll.

Dalam dunia kepenulisan, SGA telah memperoleh berbagai penghargaan, di antaranya adalah: Penghargaan Penulisan Karya Sastra 1995 dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Khatulistiwa Literary Award (2005), dll. Selain mendapatkan penghargaan dari dalam negeri, SGA juga mendapatkan penghargaan dari luar negeri, di antaranya adalah: SEA Write Award (1987) dari Kerajaan Thailand; The Australian Dinny O’Hearn Prize for Literature (1997) dari Australia; Penulis Pilihan Indonesia pada Frankfurt Book Fair Jerman (2015), dll. Berita terkini, Seno Gumira Ajidarma baru saja terpilih menjadi Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Itulah berita terkini mengenai Seno Gumira Ajidarma, salah satu penulis terkemuka Indonesia yang karya-karyanya memberi pengaruh besar kepada penulis-penulis Indonesia generasi terkini.

Be the first to comment on "Berita Terkini tentang Seno Gumira Ajidarma"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*