Berita Terpercaya Seputar Dunia Perbukuan

Masyarakat Indonesia yang awam banyak yang mempercayai bahwa penulis pastilah kaya raya, menerbitkan buku akan menghasilkan uang yang banyak, menjadi penulis akan gampang terkenal, dan mitos-mitos lain seputar dunia perbukuan yang muncul karena ketidaktahuan mereka terhadap kondisi perbukuan di tanah air. Padahal faktanya, banyak penulis yang harus berdarah-darah memperjuangkan haknya karena royalti atau honornya tidak dibayar secara layak oleh penerbit, tidak sedikit pula penulis yang masih miskin dan tidak dikenal meski telah menerbitkan puluhan buku. Dengan adanya fakta ini, maka mitos bahwa menjadi penulis sudah pasti akan kaya dan akan mudah terkenal otomotis gugur dan perlu dipertanyakan sumbernya. Artikel ini akan membahas mengenai berita terpercaya seputar dunia perbukuaan yang sering menjadi pertanyaan masyarakat awam yang tidak banyak mengerti tentang dunia perbukuan tanah air.

Berapa Sebenarnya Royalti dan Pajak Penulis?

Royalti merupakan bayaran atau honor yang diterima oleh penulis dari karya yang diterbitkannya. Honor dibayarkan oleh penerbit yang menerbitkan karya si penulis tersebut. setiap penerbit memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan besaran royalti yang diterima oleh setiap penulis, besaran royalti itu tergantung oleh seberapa terkenal penulis tersebut, seberapa bagus kualitas karya yang dihasilkannya, dan pertimbangan-pertimbangan lainnya yang dibuat berdasarkan kebijakan masing-masing penerbit, atau dibuat berdasarkan kesepakatan antara si penulis dengan pihak penerbit buku. Namun terdapat angka rata-rata dari besaran royalti yang diberikan oleh penerbit kepada penulis, yaitu berkisar 10-15% dari total harga penjualan buku.

Baca Juga : Artikel Terbaru tentang Cara Mengirim Karya ke Media

Sebagai contoh, jika buku kita dijual di pasaran dengan harga Rp. 100.000, dan royakti kita adalah sebesar 10%, maka kita mendapatkan Rp. 10.000 dari setiap buku yang laku di pasaran. Seandainya buku kita dicetak sebanyak 3000 ekslemplar dan semuanya laku di pasaran, maka kita akan mendapatkan royalti sebesar Rp. 30.000.000, besaran royakti tersebut tentu belum dipotong pajak. Pajak yang dibebankan negara kepada penulis adalah sebesar sekitar 10-12%. Contoh, jika pajak yang dibebankan pada kita sebesar 10%, maka honor atau royalti bersih yang kita terima dari penerbit hanya Rp. 27.000.000 karena sudah dipotong pajak sebesar Rp. 3000 (10%). Itulah berita terpercaya mengenai besaran royalti yang diterima oleh seorang penulis.

Produktif Belum Tentu Kaya dan Terkenal

Dalam dunia perbukuan, terdapat hukum bahwa produktif menulis belum tentu akan membuat seorang penulis menjadi terkenal atau bukunya akan laku. Terkenal atau tidaknya seorang penulis, bahkan besaran royalti yang diterimanya sangat ditentukan oleh pembeli dan pembaca bukunya. Sebanyak apapun dia menulis buku, tidak akan menjadikan ia terkenal jika buku yang ditulisnya sepi peminat atau bahkan tidak dilirik oleh pembaca.

Terdapat banyak sebab kenapa buku menjadi tidak laku di pasaran. Di antaranya adalah: tema buku yang ditulis tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, topik yang dibahas tidak sedang hits, tidak memiliki sasaran atau target pembaca yang jelas, dan faktor-faktor penyebab lainnya. Itulah beberapa berita terpercaya tentang dunia perbukuan yang perlu Anda ketahui agar tidak terjebak pada stigma bahwa menjadi penulis sudah pasti terkenal dan kaya.

Be the first to comment on "Berita Terpercaya Seputar Dunia Perbukuan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*