Rajanya Motor Sport, Ini Dia Perjalanan Panjang Tiger Lama hingga Generasi Terbarunya

Honda Tiger bisa dikatakan sebagai salah satu motor legenda di Indonesia. Sejak awal kemunculannya, motor ini segera mendapat tempat di hati para pecinta motor sport. Selain memiliki spesifikasi yang membuatnya sangat cocok digunakan untuk touring, Honda Tiger juga tampil dalam desain yang menawan.

Bukan hanya itu, untuk urusan bahan bakar, sama halnya seperti motor besutan Honda lainnya, Tiger juga dikenal lebih irit bahan bakar jika dibandingkan dengan motor sekelasnya. Tak heran, motor ini terus digemari dan dicari dari hari ke hari. Namun, tahukah kamu? Motor ini punya sejarah panjang, sejak awal kemunculannya hingga saat ini. Buat kamu yang penasaran, yuk simak ulasan berikut.

Tiger 2000 si generasi pertama
Diproduksi pada tahun 1993 hingga 2002, Tiger 2000 atau yang dijuluki pula dengan sebutan Super Cruiser ini memiliki ciri khas pada lampu belakang yang hanya memakai satu bohlam. Sementara itu, lampu bagian depannya menggunakan reflektor multilensa. Uniknya, pegangan bagian belakang pada motor ini terpisah menjadi dua bagian di sebelah kiri dan kanan.

Tiger New Cruiser, generasi kedua yang diproduksi tahun 2002—2006
Perubahan yang ada pada motor Tiger generasi kedua ini terletak pada desain dan warna. Untuk urusan warna, motor ini menyediakan “dual tone color”, yakni silver-hitam. Sementara itu, untuk urusan desain, motor ini menyuguhkan perubahan mendasar pada bagian bodi. Lampu belakang motor ini pun telah menggunakan dua bohlam yang dipasang sejajar horizontal. Sementara itu, lampu depan menggunakan reflektor.

Generasi ketiga, Tiger Revolution Cruiser yang makin matang
Tahun 2006 hingga 2008, generasi ketiga dari motor Tiger diproduksi. Perubahan total pun dilakukan terhadap bodi, desain tangki, sistem knalpot, lampu rem, serta shockbreaker. Pada bagian peredam kejut belakang ditambahkan pula tabung oli. Hebatnya lagi, motor ini juga telah menerapkan teknologi Secondari Air Supply System (SASS) guna mengurangi tingkat emisi gas buang dari motor. Sayangnya, pada bulan November 2008, produksi motor ini dihentikan.

Tiger New Revolution Cruiser, generasi keempat yang mulai diproduksi tahun 2009
Periode dari motor Tiger generasi keempat ini bisa dibagi ke dalam tiga bagian, yakni tahun 2009, 2010, dan 2012. Pada model tahun 2009, perubahan paling mendasar dari motor ini bisa dilihat pada bagian lampu depan, lampu belakang, panel meter, shroud, serta pelindung panas knalpot.

Pada model yang keluar tahun 2010, diproduksi dua varian, yakni versi single headlamp dan asymmetric headlamp. Uniknya, varian warna disajikan dengan tema berupa nama-nama pegunungan yang ada di Indonesia dan dunia. Sebagai contoh, tipe headlamp mengeluarkan varian warna berupa Black Bromo, Red Krakatau, serta Grey Lauser, sedangkan tipe dual headlamp mengeluarkan varian berupa Red Shavano, Black Maluku, dan White Cartenz.

Berbeda dngan model tahun sebelumnya, Tiger yang hadir pada tahun 2012 hanya menyuguhkan tipe single lamp. Selain itu, motor tipe ini juga hampir sama dengan tipe yang muncul sebelumnya, tidak memiliki perubahan berarti dari segi fitur motor. Namun, lampu rem LED yang digunakan memiliki enam titik di bagian belakang dan bisa menghasilkan sinyal pencahayaan yang jauh lebih terang. Kesan mewah dan futuristik pun amat tampak pada motor keluaran tahun 2012 ini.

Yup! Itu dia perjalanan panjang Honda Tiger, mulai dari Tiger lama hingga generasi terbarunya. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai motor satu ini, klik tautan berikut ini: https://review.bukalapak.com/auto/raja-touring-200-cc-dari-honda-tiger-2000-sampai-new-revolution-cruiser-42205. Selamat membaca!

Sumber gambar: bukalapak.com

Be the first to comment on "Rajanya Motor Sport, Ini Dia Perjalanan Panjang Tiger Lama hingga Generasi Terbarunya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*