Perkembangan Teknologi Canggih untuk Tahu Kelainan Kromosom Janin

Perkembangan Teknologi Canggih untuk Tahu Kelainan Kromosom Janin

Ketika hamil, tidak hanya perilaku dan kondisi lingkungan yang harus diperhatikan dengan baik namun juga makanan yang dikonsumsi. Baik faktor internal ataupun faktor eksternal tersebut dapat berpengaruh pada kondisi janin misalnya janin sehat atau tidak misalnya terjadi kelainan kromosom yaitu abdnormalistas perkembangan kromosom yang bisa menyebabkan penyakit seperti down syndrome atau keterbelakangan mental. Karen hal tersebut untuk tahu adanya kelainan kromosom atau tidak, Anda bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang digunakan di dunia medis.

 Perkembangan Teknologi Canggih untuk Tahu Kelainan Kromosom Janin

Metoda yang bisa dipergunakan untuk bisa mendeteksi kelainan teknologi adalah non invasive prenatal test atau yang disebut dengan NIPT. Cara tersebut merupakan suatu metode yang dipergunakan dengan tujuan untuk menganalisa DNA bebas sel yang berada di dalam darah ibu sehingga nantinya bisa mendeteksi apakah janin yang dikandung tersebut mempunyai kelainan kromosom atau tidak.

Awalnya di tahun 1997, para pembeli melaporkan untuk pertama kalinya mengenai temuan sejumlah kecil DNA bebas dari sel janin yang ada di peredaran darah sang ibu ketika memasuki usia awal kehamilan di empat minggu pertama. Dari penelitian tersebut, perkembangan teknologi berlanjut hingga next generation sequencing technology yang mampu secara akurat untuk menganalisa DNA bebas sel yang ada di dalam darah dari ibu serta mendeteksi adanya aneuploidy pada janin secara non-invasive.

Metode NIPT ini kemudian akan memeriksa jumlah dari salinan kromosom DNA. Jika mendapatkan 23 pasang kromosom maka orang tersebut dapat kondisi yang sehat dan kromosom terakhir dipergunakan untuk menentukan dari jenis kelamin bayi. Metode ini nantinya juga bisa memeriksa salinan dari kromosom yang hilang atau aneuploidi yang kerap di dikaitkan dengan cacat fisik atau mental dengan tingkat keparahan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Lewat NIPT, aneuploidi yang kerap diperoleh hasilnya adalah:

  • Trisomi 21 (down syndrom).
  • Trisomi 18 (edward syndrom).
  • Trisomi 13 (patau syndrome).

Metode dengan menggunakan perkembangan teknologi ini, bisa dilakukan di usia ke-10 minggu di tempat praktik dokter ataupun di rumah sakit, karena hal tersebut sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Pengujian untuk mengetahui ada tidaknya kelainan kromosom ini butuh darah Anda sehingga nantinya darah Anda akan diambil dari lengan Anda sekitar 8-10 cc. Dari pemeriksaan tersebut hasilnya secara signifikan bisa membantu untuk mengurangi jumlah pemeriksaan diagnostik invasive yang dapat beresiko keguguran dengan ratio 1 dari 100 kehamilan. Sehingga dengan pemeriksaan tersebut, bisa membantu Anda, pasangan dan keluarga Anda bisa lebih tenang dan tidak terlalu cemas ketika memasuki usia kehamilan di trimester terakhir dan bisa membantu untuk memperbaiki kondisi kesehatan janin lebih awal misalnya dengan mengatur makanan yang akan dikonsumsi untuk kesehatan ibu dan janin.

 

Be the first to comment on "Perkembangan Teknologi Canggih untuk Tahu Kelainan Kromosom Janin"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*