Vivo Android, Brand Baru yang Berhasil Bersaing di Pasar Indonesia

Vivo Nex S—Bila dibandingkan dengan merek sekelas Samsung atau Nokia, Vivo tentu tertolong brand baru. Namun, rasanya kemampuan Vivo dalam bertarung di dunia telepon pintar tidak perlu diragukan lagi. Berbagai varian gawai yang dirilis Vivo di Indonesia sangat laris. Tidak butuh lama, Vivo pun menjadi salah satu brand smartphone terkenal di Indonesia. Lalu, sebenarnya seperti apa sejarah dan perjalanan Vivo android ini? Simak ulasan ini, ya.

Vivo adalah merek telepon pintar global yang berfokus pada pengenalan kualitas suara yang sempurna serta fotografi hebat dengan teknologi canggih. Selama lebih dari 9 tahun terakhir, Vivo telah berhasil berinovasi hingga membawa diri menuju level yang lebih tinggi.

Perjalanan Vivo dimulai pada tahun 2009. Pada tahun itu, Vivo didaftarkan di China. Selanjutnya, tahun 2011, Vivo meluncurkan smartphone pertamanya. Berlanjut pada tahun 2014, Vivo secara resmi mulai melakukan ekspansi ke pasar luar negeri. Sejak ekspansinya itu hingga tiga tahun berikutnya, Vivo telah menduduki peringkat 3 di pangsa pasar Tiongkok dan bahkan peringkat 5 di dunia pada 2017. Sementara itu, tahun ini, Vivo memulai inovasi baru dengan merilis smartphone konsep APEX yang memesona.

Hingga kini, Vivo telah memiliki lebih dari 200 juta pengguna dan menjadi salah satu merek yang paling didambakan oleh kaum muda di seluruh dunia. Misi Vivo adalah membuat pelanggannya menjalani hidup secara luar biasa melalui pengenalan teknologi inovatif serta menjadi pelopor tren. Vivo mengembangkan teknologi inovatif untuk memecahkan masalah yang mengganggu pengguna serta membedakan dirinya dari merek lain. Selain itu, Vivo juga memiliki tujuan menjadi pelopor tren dan pemberi pengaruh di lingkup budaya anak muda.

Tren apa saja yang dipelopori oleh Vivo? Tahun 2012, merek ini merilis ponsel Vivo X1. Dengan rilisnya ponsel itu, Vivo menjadi merek pertama di dunia yang meletakkan chip audio berkualitas Hi-Fi khusus dalam sebuah smartphone. Selanjutnya, Vivo merilis Vivo X5 Max pada tahun 2014. Dengan rilisnya ponsel tersebut, Vivo telah berhasil meluncurkan ponsel tertipis di dunia saat itu.

Vivo sebagai pelopor tren berlanjut pada tahun 2017 dengan rilisnya Vivo V7 dan V7+. Dengan rilisnya dua varian telepon pintar itu, Vivo menjadi brand yang pertama meluncurkan sebuah smartphone dengan kamera depan beresolusi 24MP. Tidak cukup sampai di situ, Vivo juga merilis Vivo X20 UD. Aksi ini menjadikan Vivo sebagai merek pertama yang meluncurkan sebuah smartphone dengan teknologi pemindaian sidik jari dalam layar.

Tahun ini, Vivo berinovasi dengan smartphone konsep layar FullviewTM Vivo APEXTM. Vivo berhasil meresmikan teknologi pemindaian sidik jari dalam layar di separuh layar pertama di dunia pada Vivo APEXTM. Teknologi itu dirilis bersama dengan teknologi screen soundcasting dan peningkatan kamera depan.

Hingga kini, Vivo telah berhasil mendirikan enam pusat penelitian guna mendapatkan teknologi terkemuka. Keenam tempat itu berada di Beijing, Nanjing, Hangzhou, Shenzhen, Dongguan, dan San Diego (Amerika). Sementara itu, Vivo memiliki empat basis produksi global yang mengirimkan produk berkualitas premium. Keempat basis itu berada di India, Chongqing, Dongguan, dan Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran bila Vivo android amat laris di pasar Indonesia.

Itulah sejarah singkat perjalanan Vivo dalam dunia bisnis teknologi. Ingin tahu produk terbaru Vivo? Baca spesifikasi Vivo Nex untuk info lengkapnya, ya.

Sumber gambar: mysmartprice

Be the first to comment on "Vivo Android, Brand Baru yang Berhasil Bersaing di Pasar Indonesia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*